Bulan Ramadhan sudah berjalan beberapa hari. Mereka yang paham tak akan menyia-nyiakan kesempatan pahala yang begitu besar. Sama halnya seperti bersedekah, sudah bukan waktunya lagi untuk menahan-nahan harta kita, sudah bukan waktunya pelit untuk orang lain karena ketika kita pelit kepada orang lain, hal itu sama saja kita pelit kepada diri kita sendiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun kian meminta perlindungan di akhir shalat agar dijauhkan dari sifat-sifat pelit dengan kalimat-kalimat ini,

 

اللَّهُمَّ إنِّي أَعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ ، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ ، وَأعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ

 

ALLOOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MIN AN URODDA ILA ARDZALIL ‘UMUR, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATID-DUNYAA, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL QOBRI (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang paling hina–yaitu kepikunan–, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur).” (HR. Bukhari, no. 6365)

Selain itu, Rasulullah juga kian menyemangati kita –umatnya, untuk senantiasa bersedekah.

Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, berlai berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554; Muslim no. 2307)

Selain Rasul sendiri, Imam besar kita, Imam Syafi’i rahimahullah juga akan senang apabila ada yang bersedekah.

Beliau berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 301)

Rasulullah dan Imam Syafi’i sebegitu gembira dan semangatnya untuk bersedekah karena paham bahwa dunia hanya sementara dan akhirat lah yang kekal abadi selamanya. Lantas, kapan mau sedekah?

UPK menyediakan lahan bagi yang ingin bersedekah loh. Kami tunggu donasi terbaiknya ya!

Klik link disini

Source: rumaysho