Dunia teknologi yang semakin maju membuat hal ini tidak hanya dikuasai oleh kaum terpelajar atau kaum atas saja. Tetapi, anak-anak di era millenial juga dengan mudah menguasai teknologi yang ada seperti gadget dan semacamnya.

Kemahiran anak-anak dalam menguasai gadget di usia muda menyebabkan para orang tua harus ekstra hati-hati dan ekstra pengawasan. Pasalnya, internet yang bebas mengakses apa saja bisa membuat anak-anak dengan mudah mengakses situs-situs atau konten dewasa yang belum harus mereka ketahui.

Karena itulah, lakukan hal-hal ini dalam mendidik anak pada era digital!

Ajarkan Agama secara mendalam

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya perihal agama. Dari sejak lahir, anak-anak muslim di adzani, kristiani di baptis, dan semacamnya. Bentuk-bentuk seperti itulah hal yang akan dipertanggungjawabkan oleh Tuhan. Sebagaimana umat muslim yang mempercayai akan adanya akhirat, anak-anaknya harus bisa sholat dan baca Al Qur’an sebagaimana penyelamat orang tuanya dari api neraka.

“Jangan kosong dan lalu dimasukkan ke sekolah agama. Tidak ada dasarnya jika begitu. Bisa dan suka itu berbeda. Bisa hanya sekadar melakukan, tapi jika suka, ada atau tidak ada orangtua dia akan tetap baik,” tutur Psikolog dan Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman.

Batasi penggunaan Gadget

Banyak orang tua yang anaknya sudah diberikan gadget sejak kecil. Alhasil, ketika anaknya tumbuh dari tahun ke tahun, sang anak tak bisa jauh dari gadget dan akan marah apabila penggunaan gadget dibatasi.

Hal ini bukan berarti anak dilarang dalam penggunaan gadget, namun cukup dibatasi ketersediaan waktu untuk memainkan gadgetnya. Anak-anak itu masih butuh tumbuh kembang yang baik dengan lingkungan sekitar. Jangan jadikan anak anti sosial karena asyik bermain gadget.

Ajak anak melakukan aktivitas motorik

Anak yang aktif akan menjadi anak yang lebih sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Pergerakkan motorik anak harus lebih dominan dibandingkan dengan bermain gadget. Ajak anak turut andil menyiram tanaman saat sang ibu sedang menyiram tanaman. Atau ajak anak bermain puzzle ketika orang tua sedang senggang. Mungkin juga apabila ayahnya suka dengan sepak bola, ajak anak bermain lapangan untuk bermain bersama. Aktifitas motorik lebih terlihat banyak manfaatnya untuk pertumbuhan anak dibandingkan dengan bermain gadget.

Memonitoring lingkungan, baik di dunia maya maupun di sekitarnya

Keadaan negatif tak hanya tampak di lingkungan sekitar. Di dunia maya, konten negatif jauh lebih banyak dan riskan untuk di akses anak-anak. Terutama situs yang berbau pornografi yang dapat merusak jaringan sel otak anak.

Oleh sebab itu, perbanyak berinteraksi dengan anak agar mereka terbuka dan terbiasa bercerita kepada orang tuanya. Dan sebaiknya, komputer atau laptop yang berakses langsung dengan internet sebisa mungkin berada di lokasi yang mudah di pantau. Jangan biarkan mereka berada di tempat tertutup dan sulit dari pantauan orang tua.

Mendidik anak dengan cara zaman dahulu

Dulu, pada tahun 80-90an, menggunakan kekerasan pada anak dipercaya dapat membuat anak lebih taat dan nurut kepada orang tua. Konon, anak-anak yang di didik secara keras lebih disiplin dan sopan kepada orang tua.

Sedangkan zaman sekarang, pengasuhan anak lebih memanjakan anak tersebut. Seperti dilansir kompasiana, pengasuhan zaman dulu memang bersifat memaksakan kehendak orang tua. Hal itu diharapkan agar anak bisa berhasil mengikuti keinginan orang tua. Adapun kenyataannya adalah sang anak pun sukses menjadi orang di masa dewasanya.

Sayangnya, pengasuhan otoriter zaman sekarang malah membuat anak serba salah dalam melakukan aktivitasnya. Nah, pengasuhan yang bersifat memanjakan anak karena anak dilarang hal ini dan hal itu akan berdampak buruk pada anak pun pada orang tua.

Dampak buruk yang muncul kepada anak adalah sang anak akan mencari berbagai macam cara agar keinginannya terpenuhi. Mulai dari menangis, merengek, mogok makan, bahkan bisa membangkang kepada orang tuanya.

Adapun dampak buruk yang mungkin muncul kepada orang tua adalah orang tua bisa stres karena merasa kurang bisa menjadi sosok yang baik dan bertanggungjawab kepada anaknya.

Pro dan kontra tetap muncul apabila disuruh memilih mana yang lebih baik; mendidik dengan era milenial seperti sekarang atau dengan pengasuhan zaman dulu?

Ada kasus dimana orang tuanya lebih memilih metode zaman dulu, dan sukses. Namun, adapula yang tidak. Tergantung dari segi mana sang orang tua melihat anaknya, apakah anaknya lebih bisa diarahkan atau harus ditekan dengan cara yang keras.

Karena semestinya, orang tua harus bisa menyesuaikan dengan anaknya, bukan malah anak yang menyesuaikan dengan orang tuanya. Ajari pengertian dan bentuk prihatin kepada orang tua, agar anak bisa lebih memiliki pengertian dan empati yang tinggi apabila sang orang tua tidak mampu menuruti keinginan sang anak.

Jadi, yang mana ya kira-kira metode yang baik untuk anak anda?

Source: ibudigital