Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”

Sesungguhnya manusia harus paham bahwa rizki yang Allah berikan tak hanya tentang pendapatan tiap bulan atau gaji yang didapat setelah bekerja. Dan kebanyakan dari kita terkadang masih mikir-mikir untuk mensedekahkan harta yang kita punya. Padahal ada begitu banyak hadist yang mengatakan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta.

Mungkin setelah membaca kisah ini, kita akan semakin paham. Bahwa matematika Allah memang luar biasa diluar akal manusia.

Kisah ini datang dari Semarang, Jawa Tengah. Adalah Mbah Asrori yang sudah berusia hampir satu abad namun tetap mensedahkan harta untuk kaum duafa disekitarnya. Bentuknya memang hanya membagikan nasi bungkus setiap hari Jum’at, tapi dalam jumlah ratusan, apakah kita yang (mungkin) lebih mampu dari beliau bersedia melakukan hal  itu?

Dengan menggunakan sepeda onthel kesayangannya, Mbah Asrori membagikan sendiri 150 nasi bungkus tersebut kepada pemulung, tukang becak dan siapa saja yang sekiranya membutuhkan makanan. Yang padahal pendapatan Mbah Asrori hanya Rp 800.000/bulannya dari mengajar ngaji. Adapun sebanyak Rp 400.000 disisihkan Mbah Asrori untuk membeli dagangan dari penjual nasi bungkus yang merupakan seorang janda di kampungnya.

Luar biasa ya.

Dan mungkin kita akan terheran-heran sendiri. Pasalnya, sekitar tahun 2010-an, Mbah Asrori sudah menunaikan ibadah haji dari uang hasil tabungannya sendiri yang padahal pendapatannya bila kita tarik dengan akal sehat dan perhitungan manusia, hampir mustahil beliau bisa menunaikan ibadah haji lewat penghasilannya yang tidak seberapa.

Disitulah kekuasaan Allah dan hebatnya kekuatan sedekah. Siapapun yang ikhlas bersedekah, maka akan Allah ganti rezekinya di dunia dan juga di akhirat.

“Benar sabda Rasulullah, barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjangkan umurnya dengan barokah rejeki tiada disangka-sangka,” tulis Fajar, tetangga Mbah Asrori di laman Facebooknya.

Malu sekali rasanya apabila kita yang lebih mampu tidak bisa bersedekah sebaik Mbah Asrori.

 

Source: Islampos